Selasa, 10 November 2015

PENAMPILAN = KUALITAS ???

Baru saja mengikuti workshop,dimana salah satu materinya adalah bagaimana membangun komunikasi yang efektif antara pasien dengan dokter..Banyak yang dibicarakan disana, tapi ada satu yang berkesan pada saya secara mendalam dan membuat saya berpikir..

Waktu itu pembicara mengatakan dia belum melihat dokter yang di idam-idamkan nya dari peserta yang hadir. Katanya "dokter kok murahan".. saya bingung apa yang dimaksud dengan kata murahan itu.. sayang waktu itu saya tidak sempat bertanya... dari banyak pembicaraan yang disampaikannya, ada beberapa yang sempat disebut, tentang membuang sampah sembarangan, merokok, tidak mengucapkan salam, sepatu yang kotor (hal ini yang secara langsung 'kena' di saya,hehehe)

ada banyak pembelaan yang bisa saya sampaikan kenapa saya tidak sempat mencuci sepatu.. kesibukan di puskesmas sebagai kepala puskesmas, merangkap bendahara, kesibukan di rumah, tidak ada pembantu dengan 2 anak yang sangat aktif (rumah bisa rapih dan bersih saat mereka tidur), kesibukan sebagai anak/menantu dari orangtua yang sakit-sakitan dan hidup sendiri, yang untuk membeli bolpen saja harus minta bantuan dari anaknya, belum lagi kendaraan yang dipakai berupa sepeda motor yang akan kena debu,lumpur dan hujan.

saya menerima ini sebagai suatu evaluasi untuk perbaikan diri. saya harus bangun lebih pagi,tidur lebih malam,untuk memastikan bahwa saya dalam persiapan yang sempurna ketika akan keluar rumah (bertemu dengan pasien)

tapi yang menjadi pemikiran saya adalah: ketika saya sebagai dokter dituntut untuk tidak membeda-bedakan orang dari penampilan luarnya, tapi saya (atau profesi dokter secara umumnya) akan dinilai dari penampilan luar kita. benarkah begitu?? kalau begitu seorang dokter harus punya standar biaya hidup yang tinggi untuk menjaga penampilannya tetap sempurna didepan orang lain.. harus punya pembantu untuk membersihkan baju,sepatu yang akan dipakai (kalau tidak ada waktu untuk membersihkan sendiri), harus punya mobil supaya kalau hujan tidak akan terkena debu/hujan/lumpur seperti kalau naik sepeda motor.

Secara pribadi saya bersyukur saya bertugas dibagian timur indonesia,dimana masih banyak masyarakat nya yang datang ke dokter dengan baju kumal/berlubang, yang bau kencing anak2, yang keluar ingus kuning meleleh dari hidungnya, yang bau badannya yang "khas" bisa dicium dari jarak beberapa meter... jadi penampilan saya masih "lebih baik" dibandingkan pasien yang datang pada saya..

saya orang yang cukup "cuek" dengan penampilan. yang penting bersih dan tidak berlubang/masih bisa dipakai. hal-hal yang disampaikan pembicara kemarin mengingatkan saya untuk lebih memperhatikan penampilan, tapi harapan saya adalah bahwa keterampilan/keramahan/kemampuan saya bisa lebih diingat oleh pasien daripada penampilan saya.

mungkin di kota-kota besar, dimana dokter sudah sangat menumpuk, persaingan yang ketat menuntut suatu perbedaan / penampilan yang lebih dari seorang dokter agar bisa dipilih oleh pasien..
tapi di daerah terpencil, dimana hanya ada 1 dokter dalam jarak 30km, pasien tidak punya pilihan ya..

BENARKAH BEGITU?

kalau saya sebagai pasien, sepertinya saya tidak akan mementingkan penampilan luar. Seorang dokter yang saya harapkan, dia dapat memberi keterangan yang jelas tentang penyakit saya, dan memberitau apa yang harus saya lakukan untuk mengatasinya, dokter tersebut dapat menunjukkan kepedulian terhadap saya, menenangkan kekuatiran yg saya alami berkaitan dengan penyakit saya, bukan hanya bertemu untuk sekedar memberi resep dan menyuruh saya membeli obat..

BAGAIMANA DENGAN ANDA. APA YANG ANDA HARAPKAN DARI SEORANG DOKTER?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar